Senin, 09 Januari 2012
Sabtu, 07 Januari 2012
PD) seringkali menjadi salah satu
masalah klasik yang dialami oleh
sebagian orang.
Meski kelihatannya sederhana, namun
jika dibiarkan berlama-lama, krisis PD
bisa jadi bumerang tersendiri. Salah
satunya, potensi yang ada dalam diri
kita akan terhambat.
Sekarang mari kita ulas sejauh mana
pengaruh kepercayaan diri bisa
mempengaruhi keberhasilan seseorang.
Saat menghadiri seminar atau sebuah
pertemuan misalnya, banyak di antara
kita yang lebih nyaman memilih tempat
duduk di belakang ketimbang di depan.
Namun saat seminar sudah dimulai, yang
duduk paling belakang seringkali jadi
tidak begitu kelihatan atau terdengar
dengan baik apa yang dibicarakan oleh
si pembicara karena terhalang oleh
mereka yang duduk di depan!
Pernah merasa seperti itu? :-)
Atau saat kita masih berstatus pelajar,
apakah kita termasuk yang malu-malu
untuk angkat tangan dan memberikan
jawaban yang sebenarnya kita tahu atas
pertanyaan yang ditanyakan guru kita? :-)
Sekarang, mari kita cari tahu apa saja
yang menyebabkan orang suka minder atau
kurang PD! Berikut beberapa alasannya:
"Coba kalau aku tinggi, aku mau dong
gigiku gondrong lagi!!"
Jangan pernah memandang
sebelah mata terhadap diri kita. Semua yg
kita miliki adalah anugerah Tuhan yang pasti
ada manfaatnya.
dulu pernah saya kirimkan dengan judul
"Hargai apa yang kita miliki". :-)
Jika kita selalu takut salah dalam
melakukan sesuatu, maka pastinya kita
tidak akan pernah bisa berhasil.
Janganlah Anda takut salah! Karena
kesalahan sebenarnya adalah langkah
awal menuju keberhasilan.
Tokoh-tokoh besar dunia yang
penemuannya sekarang kita nikmati,
dulunya mereka banyak melakukan
kesalahan. Namun, mereka terus dan
terus mencoba untuk memperbaiki
kesalahannya hingga tercipta sebuah
penemuan yang besar, seperti lampu
pijar, pesawat terbang, Google :-)
Dan masih banyak lagi yang lain!
Oleh sebab itu, jangan pernah takut
salah!
Anda, pergaulan bisa mempengaruhi
kepribadian kita. Jika Anda berada di
lingkungan yang mayoritas tidak punya
rasa PD tinggi, maka jangan harap Anda
bisa PD.
Yakinlah, sedikit banyak, PD kita
sangat dipengaruhi oleh lingkungan
dimana kita berada. Oleh sebab itu,
pandai-pandailah mencari teman atau
pergaulan yang memiliki kepercayaan
tinggi.
Anda juga pasti pernah mendengar
Maksudnya, bukan berarti kalau kita
tidak punya uang bisa bersandar pada
mereka dan pinjam uang! :-) Tapi tujuan
mereka menjadi kaya!
Kita seringkali terpengaruh dengan
pendapat orang lain. Sayangnya, tidak
semua pendapat itu benar. Pendapat atau
masukan dari luar boleh saja kita
tampung. Tugas kita adalah *mengolahnya*,
sekaligus untuk evaluasi diri.
Jika ada pendapat yang justru membuat
Anda menjadi mundur dan tidak
berhasil, maka Anda perlu menolaknya,
tanpa perlu terpengaruh oleh pendapat
itu.
Singkat kata, hilangkan jauh-jauh rasa
minder dalam diri kita. Anda tidak
perlu resah dengan kekurangan yang ada.
Jika ada melakukan kesalahan, tinggal
perbaiki kesalahan yang Anda buat, dan
jadikan kesalahan itu sebagai pengalaman.
Selalu perkaya diri Anda dengan ilmu.
Karena dengan memiliki banyak ilmu,
otomatis kekurangan kita dalam hal lain bisa
Minggu, 06 November 2011
Jum'at, 5 november 2011. Ctf mengadakan kegiatan menonton bersama,, yang diselenggarakan di student center hall. Kegiatan menonton bersama ini adalah program sekolah, jadi harus dihadiri oleh seluruh siswa SMA CTF. Kegiatan ini adalah pengganti kegiatan rutin kami di CTF yaitu belajr malam. Sebelum film dimulai semua siswa harus diabsen dahuluoleh ketua asrama masing-masing. Satu film yang di berikan oleh Abi Hendrik, Wakil Kepala Sekolah CTF. Yang Berjudul 'Lean On Me"
gambaran umum film tersebut sebagai berikut.
Eastside High School di Paterson, New Jersey, terkendala dengan berbagai masalah, terutama yang berhubungan dengan obat-obatan dan kekerasan geng. Selanjutnya, para siswa menerima skor rendah pada tes kemampuan dasar negara.
Selama urutan membuka kredit (di 1987), setelah seorang guru secara brutal dipukuli karena berusaha untuk memecah bertengkar dan legislatif negara baru-baru ini mengesahkan undang-undang menyatakan bahwa sekolah yang tidak dapat memenuhi persyaratan tes minimum akan dimasukkan ke dalam kurator, Walikota Bottman ( Alan Utara) Pimpinan sekolah berkonsultasi Dr Frank Makasar, (Robert Guillaume), yang menyarankan menyewa sekolah kepala sekolah SD Joe Louis Clark, alias "Crazy Joe" (Morgan Freeman), yang adalah seorang guru di Eastside Tinggi 20 tahun sebelumnya, sebagai kepala sekolah baru. Walikota enggan pada awalnya, mengetahui tentang masalah bahwa Clark telah menyebabkan radikal di masa lalu. Tapi Clark dipekerjakan, dan hal-hal yang segera mendapatkan tegang setelah Clark menolak dari ratusan siswa sekolah diidentifikasi sebagai pengedar narkoba atau pelaku dan pembuat onar. Sebuah pertemuan antara orang tua dari para siswa dan dewan akademik hanya penggemar api.
Keesokan harinya, Clark berjalan ke salah satu pemuda diusir, Thomas Sams (Jermaine 'Huggy' Hopkins), meminta untuk dibiarkan kembali ke sekolah. Dalam sebuah adegan dramatis atap, Clark memberinya kuliah tajam tentang retak dan apa yang bisa terjadi pada Sams jika dia terus menggunakannya. Clark kemudian berani Sams untuk bunuh diri dengan melompat dari atap, namun Sams, mogok menangis, menolak dan membuat janji untuk membersihkan tindakannya. Clark enggan hibah dia kesempatan kedua untuk membalikkan keadaan. Namun, siswa lain diberhentikan berhasil masuk ke dalam sekolah dan menyerang siswa lain sebelum Clark datang untuk memecah melawan. Mengetahui dia melanggar kode api, pesanan Clark semua pintu terkunci dirantai dan selama jam sekolah untuk menjaga pengedar narkoba keluar. Juga, para siswa menunjukkan tidak ada perbaikan dalam mengambil versi praktek tes kemampuan dasar (lulus adalah 33% di bawah, seperti terlihat pada lembar skor tes disampaikan kepada Clark oleh Mrs Levias (Beverly Todd), wakil kepala sekolah. Melewati Minimal persyaratan adalah 75%). Anak-anak mulai ikatan dengan Mr Clark, bukan hanya sebagai pelaku, tetapi sebagai seorang ayah.
Clark tidak menempatkan dengan guru-guru yang tidak setuju dengan dia baik, terutama mereka yang melakukannya di depan para siswa. Salah satu pemecatan ruam nya dibalikkan oleh inspektur. Sementara itu, salah satu orangtua yang anaknya diusir dari Eastside oleh Clark, Leona Barrett (Lynne Thigpen) sejalan dirinya dengan walikota dalam upaya untuk menggulingkan Clark. Kepala pemadam kebakaran Clark akhirnya menangkap bukan hanya karena rantai di pintu, tetapi bersekongkol untuk menghilangkannya selama inspeksi kejutan.
Penangkapan Clark muncul setelah adegan kunci yang melibatkan Kaneesha (Karen Malina Putih), yang ingat Clark dari sekolah dasar. Clark menawarkan nasihat tentang kehamilan yang tidak direncanakan Kaneesha hanya sebelum ia ditangkap.
Malam itu, sementara Clark adalah di penjara dan walikota sedang mempersiapkan untuk menghapus dia, konvergen seluruh tubuh siswa pada Kantor Pusat Dewan Pendidikan Paterson. Mereka menuntut bahwa Clark akan dibebaskan dari penjara dan dipertahankan sebagai kepala sekolah. Mrs Barrett mencoba untuk meyakinkan siswa bahwa Clark telah membuat keputusan yang salah terlalu banyak dan bukan orang yang tepat untuk utama Eastside, dan meminta mereka kembali ke rumah mereka sebelum kesulitan dimulai. Tetapi murid-murid mengklaim bahwa Clark peduli untuk mereka dan telah melakukan begitu banyak baik bahwa mereka tidak akan menerima orang lain sebagai kepala mereka.
Akhirnya, Clark dibebaskan dari tahanan, dan kabar baik: siswa cukup lulus ujian keterampilan dasar yang menghasilkan kontrol pemerintahan saat ini mempertahankan seluruh sekolah. Dengan itu, Clark shuns baik Mrs Barrett dan walikota: "Anda dapat memberitahu Negara untuk pergi ke neraka!" Kemudian Clark memimpin murid-muridnya di sekolah menyanyikan lagu Eastside Tinggi (beberapa adegan sepanjang film menemukan Clark menekankan bahwa setiap siswa akan diajarkan untuk melakukan lagu sekolah pada permintaan). Fitur penutupan kredit adegan lulus Kelas Tinggi Eastside 1988 senior, termasuk Sams.
Cerita tersebut sangat luar biasa dan sangat bermanfaat. Isi dari Cerita itu memberi motivasi kepada kami selaku siswa untuk terus berjuang dalam menuntut ilmu.
Jumat, 30 September 2011
Anda, kebanyakan manusia cukup puas
hanya dengan...
Lahir - Hidup - dan lalu meninggal.
Hingga akhirnya yang tertinggal hanya
tiga baris di batu nisannya :
Si X, lahir tanggal sekian, dan meninggal
tanggal sekian!
Inginkah Anda menjalani hidup apa
adanya seperti itu?
Seperti apa Anda mengukir sejarah?
Ada 3 hal yang bisa membedakan Anda
dengan kebanyakan orang dalam mengukir
sejarah, yaitu...
Kemauan, Keilmuan dan Kesempatan.
Kemauan menjadi kata kunci yang paling
penting dalam menentukan sejarah hidup
Anda
Anda mau menjadi apa? Seperti apa? dan
di mana? Tentunya hanya Anda yang
paling mengetahuinya!
Cobalah catat semuanya. Baik itu
melalui memori, diary, atau melalui
selembar kertas sekali pun! Anda pasti
punya kemauan!
Jangan pernah katakan Anda tidak punya
kemauan. Hidup itu terlalu pendek untuk
disia-siakan.
Percaya, segala sesuatu itu pasti ada
ilmunya! Jika Anda punya kemauan dan
memiliki ilmunya, maka segala usaha
akan tercapai dengan lebih baik.
Itu sebabnya Anda harus mau belajar
dan belajar. Anda bisa belajar dimana
saja, kapan saja, dan dengan siapa
saja.
Ingat, tidak pernah ada kata terlambat
untuk belajar, mengenal, memahami, dan
mengamalkan sesuatu hal yang bermanfaat
bagi kehidupan Anda, begitu juga bagi
orang lain.
Dan satu lagi....
Jika kemauan ada, keilmuan ada, maka
tinggal kesempatanlah yang memutuskan
apakah Anda bisa mengukir sejarah
dengan baik atau tidak.
Kesempatan ini bisa datang dari mana
saja, tergantung kecekatan Anda dalam
memanfaatkan setiap peluang yang ada.
Kita tahu, seringkali kesempatan itu
hadir, tapi kita tidak mampu
memanfaatkannya dengan benar, karena
keilmuannya kurang, meski keinginan
kita itu sebenarnya sudah besar.
Jika ini terjadi, tidak jarang orang
menyesal dan kadang menjadi berfikir
bahwa nasib selalu tidak berpihak
padanya.
Sebenarnya tidak demikian Anda! Dia
hanya tidak tahu bagaimana cara
menyatukan 3K! Yaitu...
Kemauan, Keilmuan dan Kesempatan!
Nah, sekarang Anda tahu, apa yang
harus dilakukan untuk bisa mengukir
sejarah dengan baik dalam hidup Anda!
Padukan antara kemauan, keilmuan dan
kesempatan. Jika kemauan sudah ada,
keilmuan sudah ada, maka kesempatan itu
Dan percaya... ketika ketiga unsur ini
berpadu dalam hidup Anda, maka sejarah
kebesaran tentang Anda telah dimulai. :-)
Rabu, 21 September 2011
"10 macam"
"Apa saja?"
"Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, "Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan." (QS Al-Isra :64)
Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba. Aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah. Maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.
Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.
Allah berfirman, "Orang - orang boros adalah saudara - saudara syaithan. " (QS Al-Isra : 27)
Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, "silahkan", aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.
Iblis berkata: "Wahai Muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda."
Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun. Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.
Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.
Rasulullah SAW lalu membaca ayat: "mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT" (QS Hud :118 - 119). Juga membaca, " Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku" (QS Al-Ahzab: 38)
Iblis lalu berkata: " Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk-mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir. Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu.Dan aku tak berbohong."
Senin, 19 September 2011
sedikit yang mau 'mendengar'.
Padahal jika kita mau kembali ke hukum
alam, seharusnya kita harus lebih
banyak mendengar daripada bicara.
Bukankah Tuhan memberi kita dua
telinga dan hanya satu mulut? :-)
Begitupun jika kita saksikan pada bayi
yang baru lahir. Indra pendengaran
lebih dulu berfungsi daripada yang
lainnya. Lalu, mengapa mendengar lebih
susah daripada berbicara?
Meski secara kasat mata mendengar
adalah hal yang gampang, namun nyatanya
banyak orang yang lebih suka
didengarkan daripada mendengarkan.
biasanya akan muncul banyak masalah.
Yang sering terjadi, kita merasa bahwa
kitalah yang paling benar. Kita tidak
tertarik untuk mendengarkan opini yang
berbeda dan hanya tergantung pada cara
kita.
Selalu merasa benar, paling kompeten,
dan tidak pernah melakukan kesalahan.
Duh... malaikat kali! :-)
Jika kita selalu merasa bahwa diri kita
benar, dan cara kitalah yang paling
tepat, itu berarti kita tidak pernah
mendengarkan.
Ide dan opini kita sangat sukar untuk
diubah jika fakta tidak mendukung
keyakinan kita. Bahkan kalau ada fakta
pun kita mungkin hanya akan sekedar
meliriknya saja.
Mungkin saat ini kita nyaman dengan
cara kita, tapi untuk jangka waktu yg
panjang, orang-orang akan menolak dan
membenci kita.
Jika kita mau mulai mendengarkan
orang lain, maka suatu saat kita akan
menyadari kesalahan kita. Jawaban
untuk mengatasi sifat ini adalah
Mendengar tidak selalu dengan tutup
mulut, tapi juga melibatkan partisipasi
aktif kita. Mendengar yang baik bukan
berharap datangnya giliran berbicara.
Mendengar adalah komitmen untuk
memahami pembicaraan dan perasaan lawan
bicara kita. Ini juga sebagai bentuk
penghargaan bahwa apa yang orang lain
bicarakan adalah bermanfaat untuk kita.
Pada saat yang sama kita juga bisa
mengambil manfaat yang maksimal dari
pembicaraan tersebut.
Seni mendengar dapat membangun sebuah
relationship. Jika kita melakukannya
dengan baik, orang-orang akan tertarik
dengan kita dan interaksi kita akan
semakin harmonis.
Berikut teknik mudah yang dapat
dipraktekkan oleh Anda dengan sangat
wajar untuk menjadi seorang pendengar
yang baik :
tentang keterbukaan dan kesungguhan
kita
pada topik pembicaraan. Cara ini
juga akan mengingatkan kita untuk
memiliki sudat pandang yang lain,
yaitu tidak hanya fokus pada diri
kita.
baru yang perlu kita selidiki dari
lawan bicara kita.
percakapan lebih hidup dan tidak
monoton.
yang diucapkan oleh lawan bicara kita.
mendengarkan dengan baik hingga hapal
beberapa cuplikan kata.
apa yang ia katakan, meskipun kita tidak
mengetahui nilai-nilai yang diterapkan
lawan bicara kita, yang mungkin berbeda
dengan nilai yang kita terapkan.
Dengan berusaha untuk memahami, bisa
jadi kita akan menemukan sudut pandang,
wawasan, persepsi atau kesadaran baru,
yang tidak terpikirkan oleh kita
sebelumnya.
Seorang pendengar yang baik sebenarnya
hampir sama menariknya dengan pembicara
yang baik. Jika kita selalu pada pola
yang benar untuk jangka waktu tertentu,
maka suatu saat kita akan merasakan
manfaatnya.
Prosesnya mungkin akan terasa lama dan
menjemukan, tapi lama-kelamaan akan
terasa berharganya upaya yang telah
kita lakukan. Kita akan merasa lebih
baik atas diri kita, hubungan kita,
teman-teman kita, anak-anak kita,
maupun pekerjaan.
yang positif, dan merupakan salah satu
